Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

17 Oktober 2008

Pemancing Cilik

Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya.

Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.

Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. "Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti," kata si paman ramah.

"Tidak, terima kasih Paman," jawab si anak. 

"Lo, paman perhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang paman tawarkan kepadamu, kenapa engkau tolak?"

"Saya senang memerhatikan Paman memancing, karena saya ingin bisa memancing seperti Paman. Apakah Paman mau mengajari saya bagaimana caranya memancing?" tanya si anak penuh harap.

"Wah wah wah. Ternyata kamu anak yang pintar. Dengan belajar memancing engkau bisa mendapatkan ikan sebanyak yang kamu mau di sungai ini. Baiklah. Karena kamu tidak mau ikannya, paman beri kamu alat pancing ini. Besok kita mulai pelajaran memancingnya, ya?"

Keesokan harinya, si bocah dengan bersemangat kembali ke tepi sungai untuk belajar memancing bersama sang paman. Mereka memasang umpan, melempar tali kail ke sungai, menunggu dengan sabar, dan hup... kail pun tenggelam ke sungai dengan umpan yang menarik ikan-ikan untuk memakannya. Sesaat, umpan terlihat bergoyang-goyang didekati kerumunan ikan. Saat itulah, ketika ada ikan yang memakan umpan, sang paman dan anak tadi segera bergegas menarik tongkat kail dengan ikan hasil tangkapan berada diujungnya.

Begitu seterusnya. Setiap kali berhasil menarik ikan, mereka kemudian melemparkan kembali kail yang telah diberi umpan. Memasangnya kembali, melemparkan ke sungai, menunggu dimakan ikan, melepaskan mata kail dari mulut ikan, hingga sore hari tiba.

Ketika menjelang pulang, si anak yang menikmati hari memancingnya bersama sang paman bertanya, "Paman, belajar memancing ikan hanya begini saja atau masih ada jurus yang lain?"

Mendengar pertanyaan tersebut, sang paman tersenyum bijak. "Benar anakku, kegiatan memancing ya hanya begini saja. Yang perlu kamu latih adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik. Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai."

11 Juni 2008

Mengungkap Rahasia Direktur

Sudah hampir tiga jam sang direktur melamun bersama takdir yang sedang menggiringnya kepada berbagai kesulitan yang harus dijalaninya bersama perusahaan yang sangat dia cintai. Karyawan semua pada sadar bahwa sang direktur sedang pusing, tapi mereka tidak mengerti cara untuk membantunya. Semua kesulitan ini terjadi disebabkan ulah sang direktur itu sendiri yang tidak berkosentrasi penuh untuk menjadikan dirinya sebagai mesin uang perusahaan, dia lebih senang menjadi seorang birokrat tulen yang tidak menganggap bisnis sebagai hal terpenting untuk keberhasilan hidup perusahaan.

Sang direktur memiliki keyakinan kuat atas sikapnya selama ini, tapi dari lamunannya tersebut dia mulai sadar untuk menata kembali pikirannya agar dapat menjadi mesin uang yang proaktif terhadap semua peluang - peluang bisnis yang digelutinya. Dia sadar, bila dia tidak mampu menjadikan dirinya sebagai mesin uang yang sukses, mungkin dia hanya akan menjadi direktur di belakang meja yang menghabiskan hari-harinya dengan sibuk mengurusi administrasi kantor tanpa memahami makna uang sebagai kunci utama kesuksesan perusahaannya.

Direktur memutuskan untuk menghentikan lamunannya, dan mulai berpikir untuk mengambil tindakan - tindakan yang lebih kreatif dan dinamis, agar dia mampu menemukan sebuah solusi terbaik yang menjanjikan kesuksesan bisnis perusahaannya. Sekarang ia harus bersikap lebih proaktif terhadap semua persoalan yang ada, ia harus mampu memotivasi semua karyawannya, agar semangat kerja dengan disiplin tinggi terjaga secara utuh.

"Aku harus mengumpulkan semua hasrat suksesku, agar aku bisa memompa kembali semangat dan antusiasku untuk bangkit dengan keyakinan kuat sebagai mesin uang terbaik," bisik direktur di dalam hatinya. Ia merasa seperti bangkit kembali dari tidur nyenyak yang sangat panjang. Dirinya seperti mendapatkan suntikan kepercayaan diri yang cukup besar dan kuat. Keyakinan suksesnya tumbuh dan terus tumbuh membuat semua karyawannya berpacu keras untuk bekerja lebih disiplin dan efektif agar mereka bisa memberikan kontribusi yang optimal buat perusahaan yang mereka cintai.

Direktur merasa bahwa ia sudah berhasil menata pikirannya dengan paradigma baru, tapi semua pola pikir barunya tersebut menjadikan dirinya, karyawannya, dan perusahaannya sebagai mesin uang yang tanpa henti, secara terus-menerus, dan berkesinambungan menghasilkan uang dari kecepatan perputaran bisnisnya, walaupun semua paradigma barunya tersebut akan diuji oleh waktu dan kesempatan.

"Agar semua mind set baruku berjalan dengan baik, aku harus mengorganisir semua karyawan, sistem, dan kultur kerja untuk dapat membentuk budaya kerja the winning team," bisik sang direktur kepada dirinya sendiri. Ia merasa harus segera menemukan orang - orang yang tepat dan sesuai dengan karakter kerja yang ada di mind set nya.

Sang direktur merasa semakin percaya diri untuk melangkah lebih jauh bersama rencana - rencananya. Ia mulai mengadakan meeting - meeting secara rutin, dan sudah berani mendelegasikan sebagian besar wewenang administrasi kantor kepada karyawan yang dapat diandalkan untuk hal tersebut. Dia juga rajin menjadi mentor buat para karyawannya, dan dengan tulus dia mentransfer rahasia pengetahuannya tentang cara-cara terefektif membuat keputusan yang cepat, akurat, terarah, dan benar. Semua karyawannya tanpa terkecuali diikutsertakan dalam berbagai inhouse training yang terfokus kepada tema - tema menjadikan diri mereka lebih produktif, efektif, kreatif, efisien, bersemangat, berdisiplin tinggi, berani mengambil keputusan, berani bertindak, mampu berkompetisi, selalu antusias dengan motivasi untuk sukses.

Hari demi hari berlalu, sang direktur telah berubah wujud dari seorang birokrat tulen menjadi mesin uang perusahaannya. Ia berhasil memperaktikkan mind set barunya secara sempurna. Semangat, motivasi, antusias, keyakinan, dan kepercayaan dirinya telah mampu mengantarnya menjadi direktur masa depan. Dan dia sangat yakin bahwa di masa depan semua pimpinan korporasi wajib menjadi mesin uang korporasinya, apabila mereka ingin survive. Tidak ada lagi istilah pimpinan di belakang meja, semua pemimpin masa depan adalah seorang pemikir yang bijak, seorang motivator yang cerdik, seorang perencana yang tepat sasaran, seorang pelaksana yang cermat, dan seorang mesin uang yang andal. Semua peran tersebut harus dapat diperagakan oleh para pemimpin bila ingin berhasil dengan jabatannya.

"Ketika masalah datang bertubi-tubi aku harus tenang, diam, dan berpikir. Aku tidak boleh panik dan salah arah, aku harus selalu berdoa dan meminta tanda - tanda arah suksesku kepada Sang Maha Agung," bisik sang direktur. Saat ini sang direktur berhasil keluar dari maut besar yang mengintai bisnisnya, ia berhasil menata kembali organisasi bisnisnya menjadi lebih terorganisir terhadap semua fungsi dan peran kerja yang ada. Dia juga berhasil melewati lorong kegagalan yang hampir membuatnya tersesat dan tak mampu lari lebih cepat.

"Hari ini aku merasa sangat senang dan bahagia, tapi namanya cobaan tidak akan pernah berhenti untuk menggodaku lagi. Aku hanya perlu bekerja secara lebih hati - hati, lebih konsisten, lebih merawat sistem dan kultur kerja terefektif, lebih memperhatikan kebutuhan karyawanku, lebih peduli kepada trend bisnis baru, lebih peduli kepada nilai tambah bisnisku, lebih peduli kepada kualitas produk dan layanan perusahaanku, lebih peduli kepada teknologi, pengetahuan, dan uang." pikir sang direktur sedalam - dalamnya.

Sekarang sang direktur berhasil mengungkap rahasia mind set barunya, ia berhasil menciptakan strategi yang jitu untuk melejitkan keuntungan bisnisnya, ia juga berhasil menjadikan dirinya sebagai mesin uang terandal di dalam organisasinya. Sang direktur telah mampu bangkit dari lamunan panjangnya untuk bertindak secara tepat dalam arah yang benar, dan semua ini berkat mind set barunya sebagai seorang pemimpin dengan paradigma berpikir yang positif dan berenergi.

Setelah mengerti bahwa ia telah sukses dengan pola pikir barunya, sang direktur menjadi semakin sederhana dan semakin bijaksana memandang kehidupan yang ada di depannya. Sepertinya dia telah menjadi seorang direktur yang sekaligus seorang pemikir tentang kesuksesan hidup yang seimbang antara semua unsur hidup yang ada disekelilingnya.

Memimpin Dengan Cinta

"Aku harus menjadi cahaya penerang buat semua bawahanku dan hatiku harus menyebarkan kekuatan energi cinta kasih ke setiap inci ruang lingkup hidupku," berbisik sang pemimpin dari sebuah perusahaan farmasi terbesar kepada dirinya sendiri sambil duduk tenang di tengah ruang kerjanya yang mewah dan indah.

Sang pemimpin setiap hari tiba ke tempat kerjanya tepat pada jam kerjanya. Sudah lebih dari dua puluh tahun dia bekerja, sedetikpun dia tidak pernah telat untuk hadir di tempat kerjanya. Dia memimpin dengan prinsip - prinsip kepemimpinan yang sangat sederhana, tapi nilai kepemimpinannya telah menyentuh hati terdalam dari semua staf dan manajernya. Nilai kepemimpinannya hanya satu, yaitu memimpin dengan cinta kasih. Sang pemimpin mengajarkan kepada setiap orang yang dipimpinnya untuk selalu bekerja dengan cinta dan kasih sayang, dia juga selalu mengajarkan tentang integritas terhadap tugas dan tanggung jawab, dengan cara melatih dan memberikan pencerahan kepada semua orang di perusahaannya untuk selalu patuh dan disiplin dengan cinta tulus kepada misi dan visi perusahaan, serta tidak melarikan diri dari realitas kerja, tidak membangkang terhadap misi dan visi yang ada, setia menjaga kesinambungan bisnis perusahaan, tidak menciptakan disintegrasi di antara semua komponen sumber daya perusahaan, tidak melakukan spekulasi yang berisiko meruntuhkan perusahaan, berdisiplin tinggi untuk selalu menjaga ketertiban dan keharmonisan kerja, dan tidak melarikan diri akibat rasa kurang puas di tempat kerja. Dia juga selalu mengingatkan semua orang bahwa semua risiko bisnis yang menjadi bencana adalah akibat cinta yang tidak tulus dan ikhlas terhadap semua rencana dan strategi bisnis mereka.

Sang pemimpin telah menjadi manusia bijak dan arif di lingkungan kerjanya. Ucapan dan tindakkannya tegas, disiplin, dan penuh rasa cinta. Dia menyebarluaskan kebaikan dan cintanya melalui aturan yang tegas dan mengikat semua komponen sumber daya dalam sebuah komitmen bersama yang tidak boleh ada yang mengkhianatinya. Dia selalu mengingatkan semua orang untuk tidak ingkar kepada realitas yang mengharuskan mereka semua untuk rajin mengasah keterampilan, menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan menyebarluaskan segala kebaikan dengan rasa cinta yang tulus ke setiap sudut tempat kerja mereka. Dia tidak ingin semua orang di tempat kerjanya menjadi budak - budak dari nafsu dan ambisi bisnis, tapi dia melatih dan mencerahkan setiap orang untuk menciptakan hasrat keinginan buat sukses jiwa dan raga mereka masing - masing melalui integritas kerja bersama dengan perusahaan yang telah menjadi periuk nasi pemberi nafkah hidup dan kesejahteraan hidup buat mereka semuanya. Sang pemimpin selalu mengingatkan bahwa cinta itu ada dalam pengetahuan hati terdalam yang tidak ragu untuk mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas semua pemberiannya tersebut. "Pengetahuan adalah pemimpin tercerdas yang bisa memberikan segala macam sukses buat kalian semua, tidak peduli apa dan siapa kalian sebelumnya," kata sang pemimpin kepada semua staf dan manajernya dalam sebuah pertemuan akbar. "Pengetahuan juga merupakan pemimpin yang mampu memimpin dengan cinta tertulus yang tidak pantas untuk dicurigai," kata sang pemimpin lagi. Memang seharusnya setiap orang menyadari bahwa pengetahuan tentang segala kebaikan adalah matahari buat kehidupan hati dan pikiran. Hanya saja manusia selalu lalai untuk mau memahami dirinya sendiri secara jujur dan lebih jujur. Manusia sering sekali lebih suka untuk hidup dalam kepura-puraan, lebih suka menjadi aktor atau aktris yang setia kepada nafsu dan ego diri ketimbang kepada rasa cinta dan syukur kepada realitas hidup.

Sang pemimpin selalu berusaha menciptakan jarak terdekat kepada semua staf dan manajernya melalui cinta yang berempati secara tulus dan ikhlas, untuk bisa mendistribusikan segala kebaikan dari ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Memimpin dengan cinta adalah sebuah kultur berorganisasi yang sehat dan andal. Cinta disini lebih kepada kepedulian kepada semua orang yang telah berjuang keras membangun perusahaan dengan tulus untuk berkinerja maksimal.

Seorang pemimpin haruslah mampu mengucapkan kata-kata bijak yang menenangkan jiwa dan raga dari para pengikutnya. Pemimpin tidaklah pantas menjadi pemimpin, bila dia sendiri belum mampu mengendalikan dirinya dengan segala cinta dan kebaikan buat banyak orang. Seorang pemimpin harus mampu menghidupkan kata-kata bijaknya menjadi kultur hidup dalam sebuah realitas kerja. Pemimpin harus bisa menjadi teladan dalam tindakan dan sekaligus sebagai panutan hidup buat semua orang.

Memimpin dengan cinta hanyalah sebuah cara memimpin di antara ribuan cara untuk memimpin, tetapi cinta adalah segalanya dalam kehidupan manusia. Pemimpin yang memimpin dengan penuh cinta kasih akan mampu membangkitkan harapan dan gairah hidup dari para pengikutnya. Cinta adalah alat pengikat batin yang terbaik, melalui cinta sang pemimpin dapat menggerakkan organisasinya menjadi lebih bergairah dalam semangat perjuangan yang tak pernah dapat dihentikan oleh siapapun atau oleh apapun.

Memimpin dengan cinta adalah cara terefektif dari seorang pemimpin untuk mengeluarkan potensi maksimalnya buat kebaikan, kesejahteraan, dan kesuksesan, agar semua orang dibawah kepemimpinannya merasakan sejuk, damai, dan bahagia.

Memimpin dengan cinta adalah kunci bagi keharmonisan kerja antara seorang pemimpin dengan para bawahannya, dan hal ini secara pasti akan meningkatkan kinerja perusahaan, dan termasuk kinerja setiap orang dalam organisasi.

Keberanian Adalah Senjata Sakti Pemimpin

Seorang pemimpin yang andal lahir dari kekuatan keberanian terdalam dari dirinya, yang telah secara sempurna mampu menaklukkan semua rasa takut untuk selamanya. Sikap berani pemimpin merupakan senjata yang paling hebat dan paling sakti dibanding senjata yang lainnya. Pemimpin tanpa keberanian tidaklah pantas untuk disebut sebagai pemimpin, tapi lebih cocok disebut sebagai pak ketua. Keberanian itu haruslah sebagai sikap perjuangan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan dengan segala nilai kebenaran. Keberanian bukan berarti asal maju tanpa berhitung risiko, tapi keberanian itu adalah semua perilaku strategis yang telah terhitung secara akurat sebelum melangkah ketindakan lebih jauh. Keberanian itu tidak sama dengan nekat atau asal maju, yang tanpa memahami dan mengetahui segala hal secara sempurna, tapi keberanian itu sebuah sikap atau karakter yang didukung oleh data dan informasi yang benar. Bila keberanian di jiwa Anda itu bermakna nekat atau asal berani, tanpa mempelajari semuanya secara sempurna, maka sesungguhnya Anda sebagai pemimpin telah buta untuk melihat makna keberanian secara benar dan tepat. Keberanian itu harus ada dasarnya, harus ada manfaatnya, harus ada tujuannya, dan harus ada rencana matangnya. Keberanian seorang pemimpin merupakan sebuah nilai kualitas tertinggi dari kepemimpinan yang cerdas dan panutan.
Pemimpin tidak dilahirkan untuk menjadi seorang peragu dan pengecut, tapi pemimpin terlahir dengan sikap tegas yang fleksible dalam sebuah keberanian yang penuh dengan kerendahan hati. Pemimpin dengan senjata sakti "keberanian" selalu akan berpikir secara matang dan terukur sebelum bertindak secara tegas dengan senjata saktinya tersebut. Rasa keberanian dari seorang pemimpin sejati tidak mudah gemetar atau takut menghadapi ancaman maut dari realitas yang ada disekitarnya. Ia akan selalu mampu memotivasi dan membangun gairah perjuangan dari diri sendiri menuju kepada semua orang - orang yang ada disekitar dirinya.
Keberanian kepemimpinan dari seorang pemimpin sejati, akan selalu meningkat kualitasnya, sebab ia adalah seorang pembelajar yang selalu tahu diri untuk bisa merendahkan diri sejenak, agar mampu mengisi jiwa dan pikirannya dengan pengetahuan - pengetahuan baru yang memberinya wawasan akan arah yang benar. Dia seorang pemimpin yang penuh dengan gagasan dan informasi yang benar dan tepat guna. Dia juga selalu membuka hati dan pikiran untuk mendengar semua hal penting dari orang - orang lain.
Keberanian yang dimilikinya itu tidaklah membuatnya menjadi sombong dan kaku. Dia selalu menanam benih - benih keberanian melalui pengetahuan, kebijaksanaan, dan kebenaran. Dia selalu mampu meringankan beban berat orang disekitarnya, dan dia juga seorang pahlawan bagi semua pengikutnya. Keberanian yang ada di dalam dirinya, dijadikannya sebagai senjata sakti untuk menaklukkan ketakutan, keraguan, kebodohan, kemalasan, dan semua sisi negatif dari kehidupan ini. Dia adalah seorang ksatria dengan senjata sakti "keberanian" yang memaksa mundur semua rasa takut dari kehidupannya dan dari kehidupan orang - orang disekitarnya untuk selamanya.
Dia adalah seorang ksatria yang mampu membebaskan dirinya dan orang lain dari ketidaktahuan arti hidup.
Dia juga seorang pemimpin sejati yang tidak sombong untuk mengandalkan kekuatannya sendiri dalam mencapai kemenangan, sebab ia mengetahui dan memanfaatkan semua kehebatan dan keunggulan dari para pengikutnya.
Rasa keberaniannya telah menjadikannya sebagai pemimpin sejati yang mempercayai semua pengikutnya secara jujur dan setia dalam sebuah komitmen yang saling mengikat.